PROKLAMASI NEGARA ISLAM INDONESIA


P R O K L A M A S I
B E R D I R I N Y A
N E G A R A   I S L A M   I N D O N E S I A


Bismillahirrohmanirrohim

Asyhadu anlaa ilaaha illallah wa asyhadu anna Muhammadarrasuulullah



Kami Ummat Islam bangsa Indonesia menyatakan berdirinya :

N E G A R A   I S L A M   I N D O N E S I A

Maka hukum  yang berlaku atas Negara Islam Indonesia itu ialah :

H U K U M   I S L A M



Allahu Akbar ! Allahu Akbar ! Allahu Akbar !



 Atas nama Ummat Islam bangsa Indonesia

Imam Negara Islam Indonesia,

(Sekarmaji Marijan Kartosuwiryo)

Madinah Indonesia, 12 Syawal  1368 H

7 Agustus 1949 M



10 PASAL PENJELASAN PROKLAMASI :


1)     Alhamdulillah, maka Allah  telah berkenan menganugerahkan kurnia-Nya yang maha besar atas Ummat  Islam bangsa Indonesia ialah Negara Kurnia Allah yang meliputi seluruh  Indonesia.

2)     Negara Kurnia Allah itu adalah Negara Islam Indonesia, atau dengan kata lain ad-Daulatul Islamiyyah, atau Darul  Islam, atau dengan singkatan yang sering di pakai orang DI, selanjutnya hanya di pakai satu istilah yang resmi,  yakni : Negara Islam Indonesia.

3)      Sejak bulan September 1945,  ketika turunnya Belanda di Indonesia, khusus di pulau Jawa, atau sebulan  setelah proklamasi berdirinya Negara Republik Indonesia, maka Revolusi  Nasional yang mulai menyala pada tanggal 17 Agustus 1945 itu merupakan  perang, sehingga sejak masa itu seluruh Indonesia dalam keadaan perang.

4)      Negara Islam Indonesia tumbuh  pada masa perang, di tengah-tengah Revolusi Nasional, yang pada akhirnya  setelah Naskah Renville dan Ummat Islam bangun serta bangkit melawan  keganasan penjajahan dan perbudakan yang dilakukan oleh Belanda, beralih  sifat dan wujudnya menjadi Revolusi Islam atau Perang Suci.


5)      Insya Allah, Perang Suci atau Revolusi Islam itu akan berjalan terus hingga :
Negara Islam Indonesia berdiri dengan sentausa dan tegak-teguhnya keluar dan ke dalam, 100 % de facto dan de yure di seluruh Indonesia;
Lenyapnya segala macam penjajahan dan perbudakan;
Terusirnya segala musuh Allah, musuh agama, dan musuh negara dari Indonesia;
Hukum-hukum Islam berlaku dengan sempurna di seluruh Negara Islam Indonesia.

6)      Selama itu Negara Islam Indonesia merupakan Negara Islam pada masa perang atau Darul Islam fii waqtil harbi.

7)       Maka segala hukum yang berlaku dalam masa itu di dalam lingkungan  Negara Islam Indonesia ialah hukum Islam di masa perang.

8)      Proklamasi ini disiarkan ke  seluruh dunia, karena Ummat Islam bangsa Indonesia berpendapat dan  berkeyakinan bahwa kini tibalah saatnya melakukan wajib suci, yang  serupa itu bagi menjaga keselamatan Negara Islam Indonesia  dan segenap  rakyatnya, serta bagi memelihara kesucian agama, terutama sekali bagi  mendlohirkan keadilan Allah di  dunia.

9)      Pada dewasa ini perjuangan  kemerdekaan Nasional yang diusahakan selama hampir bulan 4 (empat) tahun  itu, kandaslah sudah.

10)  Semoga Allah membenarkan proklamasi berdirinya Negara Islam Indonesia itu jua adanya.



KITAB UNDANG – UNDANG HUKUM PIDANA (Strafrecht) NEGARA ISLAM INDONESIA


Bismillahirrohmaanorhiim

Wa idza hakamtum bainannasi an tahkumu bil ‘ad li

Bismillaahirrohmaanirrohiim

TUNTUNAN NO. 1

Wa idza hakamtum bainannasi an tahkumu bil’adli

Artinya

Jika kamu menjatuhkan hukuman diantara manusia (masarakat), maka sesuaikanlah dengan hukuman yang adil.

Artinya adil itu, ialah hukum-hukum yang sesuai dengan Al-qur’an dan hadist shahih.

TUNTUNAN NO. II

Wa idza hakamtum bainannasi an tahkumu bil’adli

BAB I

Pasal 1

Negara Indonesia
Negara Indonesia adalah Negara Islam.
Negara Islam Indonesia pada waktu ini (tahun 1949,sampai…) ada dalam masa perang.
Segala hukum Negara pada waktu ini hendaklah disesuaikan dengan hukum Syariat Islam dalam masa perang.

Pasal 2

Hukum Islam dalam Masa Perang
Barang siapa tidak tunduk pada peraturan Pemerintah Negara Islam Indonesia adalah bughat.
Barang siapa telah kedatangan dakwah ( penerangan ) dari Pemerintah  Negara Islam Indonesia, kemudian ia baik ke sini, bagus ke sana, adalah  munafik.
Barang siapa yang mengaku menjadi Umat Islam,kemudian tidak menjalankan hukum-hukum syariat Islam, adalah fasik.
Barang siapa yang menjadi alat penjajah (musuh) baik yang menjadi  sipil, militer maupun hanya membantu saja (kecuali orang yang menjadi  infiltrasi dari kita ) seperti mata-mata, adalah musuh negara.
Di dalam masa perang dalam Negara Islam Indonesia, hanya ada dua golongan umat, ialah :
Umat (rakyat) Negara Islam ( Umat Muslimin )
Umat ( rakyat) penjajah ( Umat Kafirin )

Pasal 3

Penetapan Hukum
Barang siapa yang menjalankan yang tersebut dalam Bab I, pasal 2,  ayat 1, setelah dakwah ( penerapan, ajakan ) telah sampai kepada mereka,  dijatuhkan hukuman berat ( hukuman dibuang atau mati). Menurut  Al-qur’an surat An-Nisa ayat 58.
Barang siapa mengerjakan pertbuatan yang termaktub dalam Bab I,  pasal 2, ayat 2 dijatuhi hukuman berat ( mati ). Menurut Al-qur’an surat  Al-Mumtahanah ayat 1, dan surat At-Taubah ayat 73,surat AT-tahrim ayat  9.
Barang siapa yang menjalankan yang termaktub dalam Bab I, pasal 2  ,ayat 3, dijatuhi hukuman diperintah taubat ( disuruh menjalankan agama  yang sempurna ). Apabila ia tidak mau tunduk, dijatuhi hukuman : musuh  Islam .
Barang siapa mengerjakan pekerjaan tersebut dalam Bab I, pasal 2, ayat 4 hukumannya dibagi menjadi dua:

a. Orang yang membantu penjajah (musuh ) ,seperti Recomba atau sebagainya,  ia harus diperiksa apabila ia tidak menguntungkan kepada Negara Islam  Indonesia, hukumannya harus disuruh keluar dari pekerjaannya. Apabila ia  tak menguntungkan kepada Negara Islam Indonesia dan tak mau keluar dari  pekrjannya (tak mau meninggalkan pekerjaannya), ia dijatuhi hukuman :  menjadi musuh negara.

b. Orang yang menjadi mata-mata (militer penjajah ,musuh ), dijatuhi hukuman berat : dibunuh mati.Menurut surat An-nisa ayat 89.

 
Copyright © NEGARA ISLAM INDONESIA. Original Concept and Design by My Blogger Themes | Tested by Blogger Templates